Legazy

Laporan Arus Kas Perusahaan: Cara Membuat, Contoh, Fungsi, dan Analisis untuk PT

Laporan arus kas perusahaan menunjukkan dari mana uang diperoleh, untuk apa uang digunakan, dan berapa saldo kas yang tersedia pada akhir periode.

Bagi Perseroan Terbatas atau PT, laporan arus kas membantu manajemen menilai apakah kegiatan usaha benar-benar menghasilkan uang untuk membayar kewajiban dan membiayai pertumbuhan.

Banyak pemilik usaha terlalu fokus pada laba yang tercantum dalam laporan laba rugi. Padahal, perusahaan dapat mencatat keuntungan tetapi tetap kesulitan membayar gaji, pajak, cicilan, dan tagihan vendor karena uang dari pelanggan belum diterima.

Kondisi tersebut terjadi karena laba dan kas dihitung dengan pendekatan yang berbeda. Penjualan secara kredit dapat menambah pendapatan dan laba, tetapi belum menambah saldo rekening perusahaan sampai pelanggan melakukan pembayaran.

Ikatan Akuntan Indonesia mengatur penyusunan laporan tersebut dalam PSAK 207: Laporan Arus Kas. PSAK 207 merupakan penomoran baru dari PSAK 2 yang berlaku efektif sejak 1 Januari 2024. (Ikatan Akuntan Indonesia)

Menurut penulis, laporan arus kas bukan laporan pelengkap. Laporan ini merupakan panel kontrol yang memperlihatkan apakah mesin bisnis benar-benar menghasilkan kas atau hanya mencetak laba di atas kertas.

Jasa Pembuatan PT UMUM BISA BAYAR BELAKANGAN! Konsultasi GRATIS!

Pentingnya Laporan Arus Kas bagi PT

Laporan arus kas penting bagi PT karena menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan dan menggunakan kas selama periode tertentu.

Informasi tersebut membantu direksi, pemegang saham, investor, dan kreditur menilai likuiditas serta kemampuan perusahaan mempertahankan kegiatan usahanya.

Apa Itu Laporan Arus Kas?

Laporan arus kas adalah laporan keuangan yang mencatat perubahan kas dan setara kas dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Laporan tersebut menjelaskan hubungan antara saldo kas awal, pergerakan kas selama periode berjalan, dan saldo kas akhir perusahaan.

Kas mencakup uang tunai dan saldo rekening yang dapat digunakan perusahaan.

Setara kas adalah investasi jangka pendek yang sangat mudah dicairkan, memiliki nilai yang dapat ditentukan, dan menghadapi risiko perubahan nilai yang rendah.

Laporan arus kas berkaitan dengan laporan keuangan lainnya:

  • Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, beban, dan keuntungan perusahaan.
  • Laporan posisi keuangan menunjukkan aset, kewajiban, dan ekuitas.
  • Laporan perubahan ekuitas menjelaskan perubahan modal pemegang saham.
  • Laporan arus kas menunjukkan pergerakan uang yang sebenarnya.

PSAK 207 membagi arus kas menjadi tiga kelompok, yaitu aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Klasifikasi tersebut membantu pengguna laporan mengetahui sumber serta tujuan penggunaan kas perusahaan. (Ikatan Akuntan Indonesia)

Mengapa Laporan Arus Kas Penting bagi Perusahaan?

Laporan arus kas membantu perusahaan mengetahui apakah kas yang tersedia cukup untuk menjalankan operasional dan memenuhi kewajiban.

Laporan tersebut juga mengungkap masalah likuiditas yang mungkin tidak terlihat dalam laporan laba rugi.

Fungsi utama laporan arus kas meliputi:

  1. Memantau saldo kas
    Manajemen dapat mengetahui jumlah uang yang tersedia untuk membayar kebutuhan jangka pendek.
  2. Menilai kemampuan membayar utang
    Kreditur dapat melihat apakah kegiatan usaha menghasilkan kas yang cukup untuk membayar pokok dan bunga pinjaman.
  3. Menyusun anggaran
    Data arus kas historis dapat menjadi dasar dalam membuat proyeksi penerimaan dan pengeluaran.
  4. Mengendalikan pengeluaran
    Manajemen dapat menemukan pengeluaran yang terlalu besar atau tidak menghasilkan manfaat sebanding.
  5. Mencegah kekurangan kas
    Perusahaan dapat mengambil tindakan sebelum saldo kas mencapai kondisi kritis.

Badan Pusat Statistik juga menggunakan laporan keuangan perusahaan sebagai sumber pengolahan indikator aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, laba, dan rasio keuangan dalam publikasi statistik BUMN serta BUMD.

Praktik tersebut menunjukkan bahwa pencatatan keuangan yang konsisten memiliki nilai penting, baik pada tingkat perusahaan maupun dalam analisis ekonomi. (Badan Pusat Statistik Indonesia)

See also  Apakah Bisnis Rumahan Perlu Izin? Ini Penjelasan Hukumnya

Fungsi Laporan Arus Kas untuk PT

Bagi PT, laporan arus kas berfungsi sebagai alat pengawasan manajemen, pertanggungjawaban direksi, dan bahan pengambilan keputusan pemegang saham. Laporan arus kas juga meningkatkan kredibilitas perusahaan ketika mengajukan pembiayaan atau menerima investasi.

Laporan arus kas dapat digunakan untuk:

  • Menentukan kemampuan PT membayar gaji, pajak, dan vendor.
  • Menilai kesiapan perusahaan membuka cabang atau membeli aset.
  • Menetapkan jumlah dividen yang aman untuk dibagikan.
  • Mendukung proses pengajuan kredit perusahaan.
  • Memberikan informasi kepada calon investor.
  • Mengukur ketergantungan perusahaan terhadap pinjaman.
  • Membandingkan realisasi kas dengan anggaran.

Direktorat Jenderal Pajak juga mensyaratkan Wajib Pajak Badan melampirkan laporan keuangan sesuai metode pembukuan yang digunakan dalam pelaporan SPT Tahunan PPh Badan.

Jenis-Jenis Arus Kas dalam Perusahaan

Laporan arus kas dibagi menjadi arus kas operasi, investasi, dan pendanaan. Pembagian tersebut membantu manajemen mengetahui apakah uang perusahaan berasal dari kegiatan utama, pelepasan aset, penambahan modal, atau pinjaman.

Arus Kas Operasional

Arus kas operasional adalah penerimaan dan pengeluaran kas yang berkaitan dengan kegiatan utama perusahaan.

Arus kas operasi yang sehat menunjukkan bahwa kegiatan bisnis inti mampu menghasilkan uang tanpa terus bergantung pada pinjaman atau tambahan modal.

Contoh arus kas operasional adalah:

  • Penerimaan pembayaran dari pelanggan.
  • Pembayaran kepada pemasok.
  • Pembayaran gaji dan tunjangan.
  • Pembayaran biaya sewa dan utilitas.
  • Pembayaran pajak.
  • Penerimaan atau pembayaran lain yang berkaitan dengan kegiatan utama.

Arus kas operasional positif umumnya menjadi sinyal baik. Namun, manajemen tetap perlu memeriksa sumbernya karena arus kas positif dapat muncul akibat penundaan pembayaran kepada pemasok, bukan karena penjualan meningkat.

Arus Kas Investasi

Arus kas investasi adalah pergerakan kas yang berhubungan dengan pembelian atau penjualan aset jangka panjang dan investasi.

Arus kas investasi negatif tidak selalu buruk karena dapat menunjukkan bahwa perusahaan sedang membangun kapasitas untuk pertumbuhan.

Contohnya meliputi:

  • Pembelian mesin produksi.
  • Pembelian kendaraan operasional.
  • Pembelian tanah atau bangunan.
  • Penjualan aset tetap.
  • Penempatan investasi jangka panjang.
  • Penerimaan dari penjualan investasi.

Mulai periode pelaporan tahunan pada atau setelah 1 Januari 2026, penyesuaian PSAK 207 memperjelas pelaporan investasi pada entitas anak, entitas asosiasi, atau ventura bersama yang dicatat menggunakan metode ekuitas atau biaya perolehan.

Dalam kondisi tersebut, laporan arus kas dibatasi pada arus kas yang benar-benar terjadi antara investor dan pihak yang diinvestasikan, seperti dividen dan uang muka.

Arus Kas Pendanaan

Arus kas pendanaan adalah penerimaan dan pengeluaran kas yang menyebabkan perubahan pada modal dan pinjaman perusahaan.

Bagian ini menunjukkan bagaimana perusahaan memperoleh pembiayaan serta mengembalikan dana kepada kreditur atau pemegang saham.

Contoh arus kas pendanaan meliputi:

  • Setoran modal pemegang saham.
  • Penerimaan pinjaman bank.
  • Pembayaran pokok pinjaman.
  • Penerbitan saham baru.
  • Pembelian kembali saham.
  • Pembayaran dividen.

Arus kas pendanaan positif dapat berarti perusahaan memperoleh modal atau utang baru. Kondisi tersebut belum tentu baik apabila dana tambahan digunakan untuk menutup kerugian operasional yang terus berulang.

Perbedaan Ketiga Jenis Arus Kas

Perbedaan utama ketiga jenis arus kas terletak pada tujuan transaksinya. Aktivitas operasi berkaitan dengan kegiatan utama, investasi berkaitan dengan aset jangka panjang, sedangkan pendanaan berkaitan dengan modal dan pinjaman.

Jenis arus kasFokus utamaContoh
OperasiKegiatan bisnis sehari-hariPenerimaan pelanggan dan pembayaran vendor
InvestasiPembelian atau penjualan asetPembelian mesin dan penjualan kendaraan
PendanaanModal dan pinjamanSetoran modal, pinjaman, dan dividen

Cara Membuat Laporan Arus Kas Sesuai Standar Akuntansi

Cara membuat laporan arus kas dimulai dengan mengumpulkan data keuangan, memilih metode penyusunan, mengelompokkan transaksi, dan mencocokkan saldo akhir. Laporan yang baik harus dapat ditelusuri kembali ke buku kas, rekening bank, serta bukti transaksi.

See also  Syarat Pendirian Koperasi: Panduan Lengkap Membuat Koperasi yang Legal

1. Menyiapkan Data Keuangan

Data yang dibutuhkan meliputi laporan posisi keuangan, laporan laba rugi, buku kas, mutasi rekening, jurnal, dan bukti transaksi. Kelengkapan data menentukan ketepatan pengelompokan arus kas perusahaan.

Dokumen yang perlu disiapkan antara lain:

  • Saldo kas dan bank pada awal periode.
  • Laporan posisi keuangan awal dan akhir.
  • Laporan laba rugi.
  • Buku besar.
  • Rekening koran.
  • Daftar aset tetap.
  • Daftar pinjaman.
  • Bukti penerimaan dan pembayaran.

2. Menentukan Metode Penyusunan

Laporan arus kas dapat dibuat menggunakan metode langsung atau metode tidak langsung. Perbedaan kedua metode hanya terdapat pada penyajian aktivitas operasi, sedangkan aktivitas investasi dan pendanaan disajikan dengan cara yang sama.

Metode langsung mencatat penerimaan dan pembayaran kas secara terperinci, seperti penerimaan pelanggan serta pembayaran kepada pemasok.

Metode tidak langsung dimulai dari laba bersih, lalu disesuaikan dengan transaksi nonkas dan perubahan modal kerja.

PSAK 207 menganjurkan penggunaan metode langsung karena memberikan informasi penerimaan dan pembayaran kas yang lebih jelas. (Ikatan Akuntan Indonesia)

3. Mengelompokkan Transaksi

Setiap transaksi harus dimasukkan ke aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan. Kesalahan klasifikasi dapat membuat pembaca menarik kesimpulan yang keliru mengenai kemampuan operasional dan strategi pembiayaan perusahaan.

Contohnya:

  • Penerimaan pelanggan masuk aktivitas operasi.
  • Pembelian kendaraan masuk aktivitas investasi.
  • Penerimaan pinjaman masuk aktivitas pendanaan.
  • Pembayaran pokok pinjaman masuk aktivitas pendanaan.
  • Pembelian persediaan masuk aktivitas operasi.

4. Contoh Laporan Arus Kas Perusahaan

Contoh laporan arus kas perusahaan berikut menggunakan metode langsung. Angka disederhanakan agar mudah dipahami dan dapat disesuaikan dengan kondisi PT.

KeteranganNilai
Arus kas dari aktivitas operasi
Penerimaan dari pelangganRp800.000.000
Pembayaran kepada pemasok(Rp430.000.000)
Pembayaran kepada karyawan(Rp180.000.000)
Pembayaran pajak(Rp40.000.000)
Kas bersih dari aktivitas operasiRp150.000.000
Arus kas dari aktivitas investasi
Pembelian peralatan(Rp100.000.000)
Penjualan kendaraanRp20.000.000
Kas bersih untuk aktivitas investasi(Rp80.000.000)
Arus kas dari aktivitas pendanaan
Penerimaan pinjamanRp120.000.000
Pembayaran pokok pinjaman(Rp50.000.000)
Pembayaran dividen(Rp30.000.000)
Kas bersih dari aktivitas pendanaanRp40.000.000
Kenaikan bersih kasRp110.000.000
Saldo kas awalRp120.000.000
Saldo kas akhirRp230.000.000

Contoh tersebut menunjukkan bahwa kegiatan utama perusahaan menghasilkan kas Rp150 juta. Setelah memperhitungkan investasi dan pendanaan, saldo kas perusahaan bertambah Rp110 juta.

5. Menganalisis Arus Kas Bisnis

Analisis arus kas bisnis dilakukan dengan menilai sumber kas, pola pengeluaran, kemampuan membayar kewajiban, dan ketergantungan terhadap pembiayaan.

Arus kas positif belum tentu sehat apabila sebagian besar uang berasal dari utang atau penjualan aset.

Beberapa indikator yang dapat diperiksa adalah:

  • Arus kas operasi positif: kegiatan utama menghasilkan uang.
  • Arus kas operasi negatif berulang: bisnis berisiko bergantung pada modal atau utang.
  • Arus kas investasi negatif: perusahaan mungkin sedang melakukan ekspansi.
  • Arus kas pendanaan tinggi: perusahaan sedang memperoleh pinjaman atau tambahan modal.
  • Kas operasi lebih kecil daripada laba: terdapat potensi piutang tinggi atau persediaan menumpuk.

Tips praktisnya adalah membandingkan arus kas aktual dengan anggaran setiap bulan. Selisih besar harus langsung dijelaskan, bukan menunggu penutupan tahun buku ketika masalah sudah telanjur menjadi “proyek lintas divisi”.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menyusun Laporan Arus Kas

Kesalahan laporan arus kas biasanya berasal dari pencampuran uang pribadi, salah klasifikasi, data bank yang tidak direkonsiliasi, atau fokus berlebihan pada laba.

See also  Desain Map Perusahaan: Solusi Profesional untuk Dokumen Bisnis

Mencampur Transaksi Pribadi dan Perusahaan

Penggunaan rekening perusahaan untuk kebutuhan pribadi membuat laporan sulit diperiksa. Pemegang saham atau direksi sebaiknya menggunakan mekanisme gaji, dividen, penggantian biaya, atau pinjaman pemegang saham yang terdokumentasi.

Salah Mengelompokkan Aktivitas Kas

Pembelian mesin tidak boleh dicatat sebagai pengeluaran operasional biasa. Penerimaan pinjaman juga tidak boleh dianggap sebagai pendapatan penjualan karena dapat membuat kinerja usaha terlihat lebih baik daripada kondisi sebenarnya.

Tidak Melakukan Rekonsiliasi Kas

Rekonsiliasi kas adalah proses mencocokkan catatan pembukuan dengan rekening bank dan uang tunai. Rekonsiliasi sebaiknya dilakukan setiap bulan agar biaya bank, transaksi ganda, pembayaran tertunda, atau kesalahan input segera ditemukan.

Terlalu Fokus pada Laba

Laba tidak sama dengan uang yang tersedia. Penjualan kredit dapat meningkatkan laba tanpa menambah kas, sedangkan pembelian aset dapat mengurangi kas tanpa langsung mengurangi laba sebesar nilai pembeliannya.

FAQ tentang Laporan Arus Kas Perusahaan

Apa yang dimaksud dengan laporan arus kas perusahaan?

Laporan arus kas adalah laporan yang menunjukkan penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan dari aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan selama suatu periode.

Bagaimana cara membuat laporan arus kas?

Kumpulkan data kas dan bank, tentukan metode langsung atau tidak langsung, kelompokkan transaksi berdasarkan aktivitas, lalu cocokkan saldo kas akhir dengan laporan posisi keuangan.

Apa saja jenis arus kas dalam perusahaan?

Terdapat tiga jenis arus kas, yaitu arus kas operasi, arus kas investasi, dan arus kas pendanaan.

Apakah laporan arus kas wajib dimiliki PT?

Ya. Pasal 66 ayat (2) Undang-Undang Perseroan Terbatas menempatkan laporan arus kas sebagai bagian dari laporan keuangan dalam laporan tahunan PT. Penyusunannya harus mengikuti standar akuntansi yang sesuai dengan karakteristik perusahaan. (Perpajakan DDTC)

Apa perbedaan laporan laba rugi dan laporan arus kas?

Laporan laba rugi menunjukkan pendapatan, biaya, dan keuntungan berdasarkan prinsip akuntansi. Laporan arus kas hanya menunjukkan uang yang benar-benar diterima atau dibayarkan.

Bagaimana cara menganalisis arus kas bisnis?

Periksa arus kas operasi, bandingkan dengan laba, evaluasi perubahan saldo kas, identifikasi sumber pendanaan, dan bandingkan hasil aktual dengan anggaran.

Mengapa laporan arus kas penting bagi investor?

Investor menggunakan laporan arus kas untuk menilai kemampuan perusahaan menghasilkan uang, membayar kewajiban, membagikan dividen, serta membiayai pertumbuhan tanpa terlalu bergantung pada utang.

Jasa Pembuatan PT UMUM Terpercaya! Konsultasi GRATIS!

Kesimpulan

Laporan arus kas perusahaan menunjukkan kondisi uang perusahaan secara lebih nyata daripada sekadar angka laba. Laporan tersebut membagi pergerakan kas ke dalam aktivitas operasi, investasi, dan pendanaan.

Bagi PT, laporan arus kas mendukung pertanggungjawaban direksi, pengambilan keputusan pemegang saham, pelaporan pajak, pengajuan pembiayaan, dan komunikasi dengan investor.

Menurut penulis, perusahaan yang ingin tumbuh tidak cukup hanya mengejar penjualan dan laba. Perusahaan harus memastikan bahwa pertumbuhan tersebut menghasilkan kas, karena tagihan tidak bisa dibayar dengan grafik omzet yang terlihat cantik.

Ringkasan Cara Membuat Laporan Arus Kas Perusahaan

  • Laporan arus kas mencatat penerimaan dan pengeluaran uang perusahaan.
  • Standar yang berlaku adalah PSAK 207, sebelumnya bernama PSAK 2.
  • Arus kas dibagi menjadi operasi, investasi, dan pendanaan.
  • PT perlu memasukkan laporan arus kas dalam laporan keuangan tahunannya.
  • Metode langsung mencatat penerimaan dan pembayaran kas secara rinci.
  • Metode tidak langsung dimulai dari laba bersih.
  • Laba positif tidak selalu berarti kas perusahaan sehat.
  • Rekonsiliasi bank sebaiknya dilakukan setiap bulan.
  • Arus kas harus dianalisis, bukan hanya dicatat.
  • Saldo kas akhir harus sesuai dengan laporan posisi keuangan.

Referensi

  • Ikatan Akuntan Indonesia. 2026. PSAK 207: Laporan Arus Kas. Jakarta: Dewan Standar Akuntansi Keuangan IAI.
  • Ikatan Akuntan Indonesia. 2024. Penyesuaian Tahunan 2024 SAK Indonesia yang Efektif 1 Januari 2026. Jakarta: IAI.
  • Republik Indonesia. 2007. Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas. Jakarta: Sekretariat Negara.
  • Otoritas Jasa Keuangan. 2022. Peraturan OJK Nomor 14/POJK.04/2022 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik. Jakarta: OJK.
  • Direktorat Jenderal Pajak. 2025. Materi Pelaporan SPT Tahunan PPh Badan melalui Coretax. Jakarta: Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
  • Badan Pusat Statistik. 2024. Statistik Keuangan Badan Usaha Milik Negara dan Badan Usaha Milik Daerah 2023. Jakarta: BPS.

Share :

Daftar Isi

Daftar Isi

Categories

Related Posts

Seedbacklink