Sejak diterbitkan PP No. 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik, setiap pelaku usaha yang ingin memulai atau menjalankan bisnis wajib mengurus perizinan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Dalam peraturan tersebut, jenis perizinan yang diatur mencakup izin usaha serta izin komersial atau operasional.
Untuk mendaftar, pelaku usaha cukup mengakses lama OSS dan mengisi data sesuai ketentuan Pasal 22 PP 24/2018. Setelah proses pengisian selesai, sistem OSS akan menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB).
Jika pelaku usaha sudah mempunyai NIB, maka pelaku usaha dapat mengurus izin usaha dan izin komersial atau operasional. Penerbitan izin usaha dan izin komersial atau operasional harus berdasarkan pada komitmen sebagaimana diatur dalam PP 24/2018.
Apa Itu Izin Operasional dan Izin Komersial?
Banyak pelaku usaha mengira setelah punya NIB (Nomor Induk Berusaha), bisnisnya otomatis bisa langsung berjalan. Padahal, NIB baru sebatas “tiket masuk” untuk memulai kegiatan usaha.
Agar bisa benar-benar beroperasi dan menjual produk secara sah, dibutuhkan dua jenis izin penting: izin operasional dan izin komersial.
Izin Operasional adalah izin yang wajib dimiliki untuk memulai kegiatan utama bisnis, terutama di sektor yang memiliki standar teknis khusus.
Misalnya, klinik harus punya izin operasional dari dinas kesehatan, sekolah swasta dari dinas pendidikan, atau perusahaan transportasi dari kementerian perhubungan. Tanpa izin ini, bisnis tidak bisa mulai beroperasi secara legal.
Izin Komersial merupakan izin yang memungkinkan bisnis untuk menjual barang atau jasa kepada konsumen. izin ini sering berkaitan dengan standar mutu produk, distribusi, atau sertifikat tertentu.
Contoh, restoran yang ingin menjual makanan ke publik perlu sertifikat laik hygiene dan izin edar, sementara produsen kosmetik butuh izin BPOM sebelum menjual produknya.
Keduanya saling melengkapi, izin operasional memastikan bisnis bisa berjalan sesuai standar teknis, sedangkan izin komersial memastikan bisnis bisa menghasilkan pendapatan secara legal dan dipercaya konsumen.
Perbedaan Utama Antara Izin Operasional dan Izin Komersial
Meskipun terdengar mirip, izin operasional dan izin komersial punya fungsi dan waktu penerbitan yang berbeda dalam perjalanan bisnis.
Izin operasional berfungsi sebagai izin untuk mulai menjalankan kegiatan utama bisnis secara teknis. izin ini biasanya diterbitkan sebelum bisnis benar-benar berjalan.
Contohnya, rumah sakit harus punya izin operasional dari Kementerian Kesehatan sebelum menerima pasien, atau sekolah harus punya izin dari dinas pendidikan sebelum membuka pendaftaran siswa baru.
Sementara, izin komersial baru bisa diurus setelah bisnis beroperasi dan siap menjual produk atau jasa ke masyarakat. izin ini memastikan bahwa produk atau layanan yang ditawarkan sudah memenuhi standar keamanan, mutu dan legalitas pasa.
Contohnya, produsen makanan wajib punya izin edar BPOM sebelum menjual produknya, atau perusahaan ekspor harus memiliki izin komersial dari kementerian perdagangan agar bisa menjual ke luar negeri.
Singkatnya, izin operasional memastikan bisnis bisa berjalan sesuai aturan teknis sedangkan izin komersial memastikan bisnis bisa menghasilkan pemasukan dengan cara yang sah dan diakui pemerintah.
Keduanya sama penting, tanpa izin operasional, bisnis tidak bisa beroperasi, tanpa izin komersial, bisnis tidak bisa menjual hasilnya.
Contoh Sektor dan Penerapan
Biar lebih mudah dipahami, mari lihat bagaimana izin operasional dan izin komersial berlaku di berbagai sektor bisnis.
- Klinik Kesehatan.
Sebuah Klinik tidak bisa langsung buka dan menerima pasien tanpa izin operasional dari Dinas Kesehatan. Izin ini memastikan tenaga medis, fasilitas, dan prosedur layanan memenuhi standar keselamatan.
Setelah itu, jika klinik menjual obat kepada pasien, mereka perlu izin komersial sebagai dasar legal untuk melakukan kegiatan penjualan farmasi.
- Sekolah Swasta
Lembaga pendidikan seperti sekolah swasta wajib memiliki izin operasional agar bisa menjalankan kegiatan belajar mengajar secara resmi.
Namun, jika sekolah itu juga menjual produk digital seperti e-learning, buku, atau merchandise, maka dibutuhkan izin komersial tambahan untuk mengatur kegiatan penjualan tersebut.
- Restoran atau Kafe
Sebelum melayani pelanggan, restoran wajib mengurus izin operasional yang mencakup higienitas, keamanan pangan, dan kelayakan tempat usaha.
Setelah beroperasi, mereka memerlukan izin komersial agar bisa secara sah menjual makanan dan minuman kepada publik, termasuk dalam kegiatan daring seperti lewat platform pesan antar.
Dari contoh-contoh ini, terlihat jelas bahwa izin operasional memastikan bisnis bisa berjalan dengan standar teknis yang benar,
sementara izin komersial memberikan legalitas untuk menjual hasil usaha secara resmi. Keduanya saling melengkapi dan menjadi fondasi utama agar bisnis tetap aman secara hukum.
Kenapa Penting Punya Kedua Izin Ini
Punya Nomor Induk Berusaha (NIB) saja belum berarti bisnis kamu sepenuhnya legal dan siap beroperasi. Faktanya, banyak pengusaha berhenti di tahap penerbitan NIB tanpa tahu kalau mereka masih butuh izin operasional dan izin komersial agar bisnis bisa berjalan secara penuh.
Tanpa kedua izin ini, kegiatan bisnis bisa dianggap belum sah secara hukum, misalnya, belum boleh menjalankan layanan utama, menjual produk, atau bahkan mengikuti tender dan kerja sama dengan pihak lain.
Selain itu, izin operasional dan komersial juga menjadi dasar penting untuk keperluan pajak, audit, perizinan lanjutan, hingga pengawasan lembaga pemerintah.
Dari pengalaman Legazy, banyak klien baru menyadari pentingnya izin lanjutan ini setelah menghadapi kendala di OSS, mulai dari data yang tidak bisa sinkron, hingga penolakan kerja sama dengan brand besar karena legalitasnya belum lengkap.
Dengan memiliki izin operasional dan izin komersial sejak awal, bisnis kamu akan punya pondasi hukum yang kuat, lebih dipercaya mitra, dan siap berkembang tanpa risiko tersandung masalah administrasi di kemudian hari.