Tidak semua pembelian dalam bisnis dibayar secara tunai. Banyak perusahaan membeli bahan baku, stok barang, material proyek, atau jasa dari pemasok dengan kesepakatan pembayaran pada waktu tertentu. Kewajiban yang muncul dari transaksi tersebut dikenal sebagai utang dagang.
Kebutuhan pembiayaan usaha masih cukup tinggi. Survei Perbankan Bank Indonesia menunjukkan Saldo Bersih Tertimbang permintaan kredit baru pada triwulan IV 2025 mencapai 88,92%, naik dari 82,33% pada triwulan sebelumnya. Data tersebut tidak secara khusus mengukur utang dagang, tetapi menggambarkan pentingnya akses pembiayaan dalam kegiatan bisnis.
Utang dagang sebenarnya dapat membantu perusahaan menjaga modal kerja. Perusahaan bisa menerima barang lebih dahulu, menjualnya, lalu membayar pemasok sesuai jatuh tempo. Masalah muncul ketika transaksi tidak dicatat dengan baik, pembayaran terlambat, atau syarat kerja sama hanya disampaikan secara lisan.
Menurut penulis, utang dagang bukan selalu pertanda bahwa bisnis sedang kekurangan uang. Utang dagang dapat menjadi alat pengelolaan arus kas selama jumlahnya terkendali, jatuh temponya dipantau, dan dasar transaksinya jelas.

Jasa Pembuatan PT UMUM BISA BAYAR BELAKANGAN! Konsultasi GRATIS!
Apa Itu Utang Dagang?
Utang dagang adalah kewajiban perusahaan kepada pemasok karena pembelian barang atau jasa secara kredit untuk kegiatan usaha sehari-hari.
Utang dagang biasanya harus dibayar dalam jangka pendek sesuai tanggal jatuh tempo yang tercantum dalam invoice, purchase order, kontrak, atau dokumen transaksi lainnya.
Istilah hutang dagang adalah variasi pencarian yang masih sering digunakan masyarakat. Namun, bentuk baku dalam bahasa Indonesia adalah “utang dagang”. Dalam istilah akuntansi dan bisnis, utang dagang juga dikenal sebagai utang usaha atau trade payable.
Pengertian Utang Dagang dalam Akuntansi
Dalam laporan keuangan, utang dagang dicatat sebagai liabilitas atau kewajiban perusahaan.
Utang dagang umumnya digolongkan sebagai kewajiban jangka pendek karena penyelesaiannya biasanya dilakukan dalam satu siklus operasi atau tidak lebih dari 12 bulan.
Penyajian kewajiban dalam laporan keuangan mengikuti standar akuntansi yang digunakan oleh perusahaan. Ikatan Akuntan Indonesia mengatur penyajian laporan keuangan melalui PSAK 201, sedangkan pengakuan dan pengukuran instrumen keuangan diatur dalam PSAK 109, yang sebelumnya dikenal sebagai PSAK 71.
Utang dagang berbeda dari pinjaman usaha. Pinjaman biasanya berasal dari bank, pemilik, atau lembaga pembiayaan dan dapat disertai bunga. Utang dagang muncul langsung karena pembelian barang atau jasa dari pemasok.
Contoh Utang Dagang dalam Bisnis
Utang dagang muncul ketika pelaku usaha menerima barang atau jasa lebih dahulu dan baru membayarnya kemudian. Transaksi tersebut harus berkaitan dengan kegiatan operasional, bukan semata-mata penerimaan dana pinjaman.
Contohnya meliputi:
- Restoran membeli bahan baku dengan tempo 14 hari.
- Toko mengambil stok dari distributor dengan pembayaran 30 hari.
- Kontraktor membeli semen dan besi untuk proyek secara kredit.
- Perusahaan menggunakan jasa pemasaran dengan pembayaran setelah pekerjaan selesai.
- Distributor mengambil barang dari produsen menggunakan termin pembayaran.
Ciri-Ciri Utang Dagang
Utang dagang memiliki hubungan langsung dengan transaksi usaha normal, mempunyai jumlah yang dapat ditentukan, dan memiliki waktu pembayaran.
Utang dagang tidak selalu berbunga, tetapi dapat menimbulkan denda atau konsekuensi lain ketika pembayaran melewati jatuh tempo.
Karakteristik utang dagang antara lain:
- Timbul dari pembelian barang atau jasa.
- Memiliki invoice atau bukti tagihan.
- Dibayarkan dalam jangka pendek.
- Tidak selalu membutuhkan jaminan.
- Dapat memiliki diskon pembayaran lebih awal.
- Dapat dikenai denda berdasarkan kesepakatan.
Perbedaan Utang Dagang dan Piutang Dagang
Utang dagang adalah kewajiban pembeli untuk membayar pemasok, sedangkan piutang dagang adalah hak penjual untuk menerima pembayaran dari pelanggan. Satu transaksi kredit dapat menjadi utang bagi pihak pembeli sekaligus menjadi piutang bagi pihak penjual.
Apa Itu Piutang Dagang?
Piutang dagang adalah tagihan perusahaan kepada pelanggan karena penjualan barang atau jasa secara kredit.
Piutang dicatat sebagai aset karena perusahaan memiliki hak untuk menerima uang pada waktu yang telah disepakati.
Piutang dagang juga disebut piutang usaha atau trade receivable. Perusahaan perlu menilai kemungkinan piutang tidak tertagih. Dalam standar instrumen keuangan, penurunan nilai aset keuangan menggunakan pendekatan kerugian kredit ekspektasian.
Tabel Perbedaan Utang Dagang dan Piutang Dagang
| Aspek | Utang Dagang | Piutang Dagang |
| Pengertian | Kewajiban membayar pemasok | Hak menagih pelanggan |
| Posisi perusahaan | Sebagai pembeli | Sebagai penjual |
| Laporan keuangan | Liabilitas | Aset |
| Dampak terhadap kas | Menimbulkan arus kas keluar | Menghasilkan arus kas masuk |
| Contoh | Membeli stok secara kredit | Menjual stok secara kredit |
| Risiko utama | Keterlambatan pembayaran | Piutang tidak tertagih |
Menurut penulis, banyak pelaku UMKM masih mencampuradukkan utang dagang, piutang pelanggan, dan pinjaman modal. Kesalahan tersebut dapat membuat pemilik usaha merasa memiliki uang lebih banyak daripada kondisi sebenarnya.
Bagaimana Utang Dagang Dicatat dalam Laporan Keuangan?
Utang dagang dicatat ketika perusahaan telah menerima barang atau jasa dan mempunyai kewajiban untuk membayar. Pencatatan tidak perlu menunggu uang keluar karena transaksi sudah menimbulkan hak bagi pemasok dan kewajiban bagi pembeli.
Pencatatan Saat Barang Diterima
Ketika barang diterima secara kredit, perusahaan menambah nilai persediaan atau beban sekaligus mengakui utang dagang. Jenis akun yang digunakan bergantung pada tujuan pembelian barang atau jasa tersebut.
Contoh: sebuah toko menerima barang dagangan senilai Rp20 juta dengan tempo pembayaran 30 hari.
Debit Persediaan Rp20.000.000
Kredit Utang Dagang Rp20.000.000
Pencatatan tersebut menunjukkan bahwa toko telah memiliki persediaan dan pada saat yang sama mempunyai kewajiban kepada pemasok.
Pencatatan Saat Pembayaran Dilakukan
Ketika tagihan dibayar, nilai utang dagang dikurangi dan saldo kas atau rekening bank juga berkurang. Bukti transfer perlu disimpan serta dicocokkan dengan invoice agar pembayaran tidak tercatat dua kali.
Debit Utang Dagang Rp20.000.000
Kredit Kas/Bank Rp20.000.000
Contoh jurnal tersebut belum memasukkan pajak, diskon, retur, atau biaya lain. Perusahaan perlu menyesuaikannya dengan keadaan transaksi sebenarnya.
Pencatatan yang benar membantu perusahaan mengetahui jumlah kewajiban, menyusun rencana arus kas, memeriksa laporan pemasok, dan mempersiapkan laporan keuangan.
Penelitian mengenai pengelolaan kas juga menunjukkan bahwa pengelolaan arus kas berhubungan dengan kinerja keuangan perusahaan.
Cara Mengelola Utang dan Piutang Dagang dengan Efektif
Pengelolaan utang dan piutang dagang membutuhkan aturan kredit, daftar jatuh tempo, pencatatan terpusat, dan pemeriksaan rutin. Tujuannya adalah menjaga ketersediaan kas tanpa merusak hubungan perusahaan dengan pemasok maupun pelanggan.
Langkah yang dapat diterapkan adalah:
- Tetapkan batas transaksi kredit
Tentukan nilai pembelian atau penjualan kredit berdasarkan kemampuan arus kas dan profil mitra. - Buat daftar umur utang dan piutang
Kelompokkan tagihan yang belum jatuh tempo, terlambat 1–30 hari, 31–60 hari, dan lebih dari 60 hari. - Buat pengingat jatuh tempo
Gunakan kalender, spreadsheet, atau perangkat lunak akuntansi untuk mencegah pembayaran terlewat. - Lakukan rekonsiliasi setiap bulan
Cocokkan catatan internal dengan invoice, rekening koran, dan laporan dari pemasok. - Jangan membayar terlalu cepat tanpa perhitungan
Pembayaran lebih awal dapat memperoleh diskon, tetapi jangan sampai mengganggu kebutuhan kas operasional. - Hubungi pemasok sebelum terlambat
Apabila perusahaan mengalami masalah arus kas, negosiasikan perubahan jadwal sebelum jatuh tempo.
Information gain yang sering terlewat adalah menghitung selisih hari utang dan piutang. Apabila pelanggan membayar dalam 60 hari, sedangkan pemasok harus dibayar dalam 30 hari, perusahaan harus menyediakan kas untuk menutup selisih 30 hari tersebut.
Apakah Utang Dagang Harus Menggunakan Perjanjian Tertulis?
Perjanjian utang dagang tidak selalu harus dibuat dalam kontrak khusus agar sah. Namun, perjanjian tertulis sangat disarankan karena memudahkan para pihak membuktikan nilai transaksi, jatuh tempo, hak, kewajiban, dan akibat keterlambatan.
Pasal 1320 KUH Perdata mengatur syarat sah perjanjian, yaitu adanya kesepakatan, kecakapan para pihak, objek tertentu, dan sebab yang tidak dilarang.
Pasal 1338 KUH Perdata menegaskan bahwa perjanjian yang dibuat secara sah mengikat para pihak yang membuatnya.
Kontrak atau syarat perdagangan sebaiknya memuat:
- Identitas dan kewenangan para pihak.
- Jenis, jumlah, serta kualitas barang atau jasa.
- Harga dan pajak.
- Jadwal pengiriman.
- Jatuh tempo pembayaran.
- Denda atau kompensasi keterlambatan.
- Prosedur pengajuan keberatan.
- Kondisi wanprestasi.
- Cara penyelesaian sengketa.
Keterlambatan tidak selalu otomatis menjadi wanprestasi dalam setiap keadaan. Pasal 1238 KUH Perdata berkaitan dengan keadaan lalai, sedangkan Pasal 1243 menjadi dasar tuntutan penggantian biaya, kerugian, dan bunga setelah pihak yang berkewajiban dinyatakan lalai sesuai keadaan hukumnya.
Praktik Terbaik agar Transaksi Utang Dagang Lebih Aman
Transaksi utang dagang yang aman dimulai sebelum barang dikirim. Perusahaan perlu memeriksa mitra, memastikan pihak yang menandatangani memiliki kewenangan, menentukan batas kredit, dan menyimpan seluruh bukti transaksi dalam satu sistem.
Praktik yang disarankan meliputi:
- Periksa nama perusahaan, alamat, NIB, pengurus, dan rekening pembayaran.
- Mintalah dokumen legalitas sesuai besarnya risiko transaksi.
- Gunakan purchase order dan invoice bernomor.
- Buat bukti serah terima barang atau berita acara pekerjaan.
- Pisahkan pihak yang memesan, menerima, mencatat, dan membayar.
- Simpan email, percakapan, bukti transfer, dan dokumen elektronik.
NIB merupakan bukti pendaftaran sekaligus identitas pelaku usaha dalam sistem perizinan berbasis risiko. Ketentuan tersebut saat ini diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2025 dan dijalankan melalui sistem OSS.
Dokumen elektronik dan hasil cetaknya dapat menjadi alat bukti hukum yang sah berdasarkan Pasal 5 UU ITE. Karena itu, bukti komunikasi digital perlu disimpan secara utuh, bukan hanya dalam bentuk tangkapan layar yang terpotong.
Mengapa Legalitas dan Perjanjian Bisnis Penting?
Legalitas membantu memastikan identitas mitra, sedangkan perjanjian bisnis menjelaskan aturan transaksi. Keduanya tidak menjamin utang pasti dibayar, tetapi dapat mengurangi ketidakjelasan dan memperkuat posisi perusahaan ketika muncul pelanggaran.
Untuk transaksi bernilai besar, kontrak sebaiknya tidak sekadar memakai template umum. Klausul perlu disesuaikan dengan jenis barang, pola pembayaran, risiko industri, jaminan, dan posisi tawar setiap pihak.
Legazy dapat membantu pelaku usaha memeriksa atau menyusun perjanjian bisnis agar pembagian hak, kewajiban, risiko keterlambatan, dan mekanisme penyelesaian sengketa dinyatakan dengan lebih jelas. Pemeriksaan kontrak sejak awal biasanya lebih efisien dibandingkan menyelesaikan konflik setelah pembayaran berhenti.
FAQ tentang Utang Dagang
Apa yang dimaksud dengan utang dagang?
Utang dagang adalah kewajiban kepada pemasok yang muncul karena pembelian barang atau jasa secara kredit. Utang tersebut biasanya harus dibayar sesuai tempo yang tercantum dalam dokumen transaksi.
Apakah utang dagang termasuk utang jangka pendek?
Utang dagang umumnya termasuk kewajiban jangka pendek karena dibayar dalam satu siklus usaha atau kurang dari 12 bulan. Namun, klasifikasinya tetap mengikuti isi transaksi dan standar akuntansi yang digunakan.
Apa perbedaan utang dagang dan pinjaman usaha?
Utang dagang timbul dari pembelian barang atau jasa kepada pemasok. Pinjaman usaha berasal dari pemberian dana oleh bank, pemilik, atau pihak lain dan biasanya memiliki perjanjian pembiayaan tersendiri.
Bagaimana jika pelanggan tidak membayar piutang dagang?
Perusahaan perlu mengirim pengingat, melakukan rekonsiliasi tagihan, dan menyampaikan teguran tertulis. Apabila pembayaran tetap tidak dilakukan, perusahaan dapat menempuh negosiasi, somasi, atau jalur hukum sesuai kontrak dan bukti yang tersedia.
Apakah UMKM perlu membuat kontrak utang dagang?
UMKM sebaiknya memiliki dokumen tertulis, terutama untuk transaksi besar atau berulang. Bentuknya dapat berupa kontrak, purchase order, invoice, atau syarat perdagangan yang disetujui kedua pihak.
Apakah utang dagang wajib dicatat?
Setiap utang dagang perlu dicatat agar laporan keuangan menunjukkan jumlah kewajiban perusahaan secara benar. Pencatatan juga membantu pemilik usaha mengatur pembayaran, pajak, dan kebutuhan kas.

Jasa Pembuatan PT UMUM Tercepat! Konsultasi GRATIS!
Kesimpulan
Utang dagang merupakan kewajiban yang muncul dari pembelian barang atau jasa secara kredit. Penggunaannya dapat membantu menjaga modal kerja, tetapi juga dapat menimbulkan masalah jika tidak dicatat dan dikendalikan.
Poin penting yang perlu diperhatikan adalah:
- Utang dagang berbeda dari piutang dan pinjaman usaha.
- Setiap transaksi harus dicatat saat kewajiban muncul.
- Jatuh tempo perlu dipantau secara rutin.
- Aset kas harus disiapkan sebelum pembayaran.
- Dokumen transaksi perlu disimpan secara lengkap.
- Identitas dan legalitas mitra perlu diperiksa.
- Perjanjian harus menjelaskan hak, kewajiban, dan risiko.
Menurut penulis, pengelolaan utang dagang tidak cukup hanya mengandalkan pembukuan. Keamanan transaksi juga bergantung pada legalitas mitra, kewenangan penandatangan, kelengkapan bukti, dan isi perjanjian bisnis.
Ringkasan Cepat tentang Utang Dagang
- Utang dagang adalah kewajiban kepada pemasok dari pembelian kredit.
- Piutang dagang adalah hak menagih pembayaran dari pelanggan.
- Utang dicatat sebagai liabilitas, sedangkan piutang dicatat sebagai aset.
- Utang dagang tidak selalu berbunga.
- Pembayaran terlambat dapat menimbulkan denda atau wanprestasi.
- Perjanjian tertulis tidak selalu menjadi syarat sah, tetapi sangat penting sebagai bukti.
- Invoice, purchase order, email, dan bukti transfer harus disimpan.
- Legalitas dan kontrak membantu mengurangi risiko transaksi.
Referensi
- Bank Indonesia. 2026. Survei Perbankan Triwulan IV 2025: Penyaluran Kredit Baru Meningkat.
- Ikatan Akuntan Indonesia. PSAK 201: Penyajian Laporan Keuangan.
- Ikatan Akuntan Indonesia. Perubahan Penomoran PSAK dan ISAK dalam SAK Indonesia.
- Ikatan Akuntan Indonesia. PSAK 109: Instrumen Keuangan dan Ketentuan Kerugian Kredit Ekspektasian.
- Kementerian Hukum Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, khususnya Pasal 1238, Pasal 1243, Pasal 1320, dan Pasal 1338.
- Mahkamah Agung Republik Indonesia. 2023. Putusan Perkara Perdata yang Membahas Unsur Wanprestasi Berdasarkan Pasal 1243 KUH Perdata.
- Pemerintah Republik Indonesia. 2025. Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko.
- Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. 2024. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.
- Laghari, F., dan Chengang, Y. 2023. Cash Flow Management and Its Effect on Firm Performance.
- Heo, Y. J. 2024. The Effect of Trade Credit on Firm Performance.
Artikel ini bersifat edukasi umum dan tidak menggantikan pemeriksaan akuntan atau konsultan hukum terhadap transaksi tertentu.
